Ketika orang menyakitimu
Biarkan dia maju selangkah, lalu kita akan mundur dua langkah. Kita siap untuk tidak menjadi apa, demi untuk dirinya yang lebih baik.
Semua masalah adalah kontradiksi, yakin semua akan damai pada waktunya. Apa yang terjadi, terjadilah. Titik penyesalan itu selalu ada dalam hatinya, kita paham, kita mengerti.
Kalau dirinya pernah menyakitkan, anggaplah bahwa dia sedang belajar. Belajar lagi mengendalikan sikapnya, berikan dia ruang dan waktu untuk mengenali lagi dirinya. Kita bersikap seperti biasa, jangan umbar keburukan dia ke orang lain.
Apapun yang pernah dia lakukan, simpanlah itu untuk diri kita sendiri. Ingat kita juga sedang belajar untuk mengkontrol diri. Masing-masing dari kita sedang belajar, menyadari ego satu sama lain.
Saat ini cukup berbahagialah dengan dirimu sendiri, tidak usah memikirkan siapa yang menyakiti dan tersakiti. Damaikan saja diri sendiri, cintai dirimu. Berhentilah berharap bahwa orang lain akan selalu menciptakan dan mendatangkan kebahagiaan untukmu. Bahagia itu sederhana, bahagia itu pilihan.
Mari kita bakar cerita lama, kamu sekarang adalah orang yang baru dalam bab cerita baru. Yang kemaren tidak sama dengan hari ini, kita semua sedang berubah menjadi baik.

Comments
Post a Comment