MEDITASI BAGI PEMULA
Sang Buddha mengajarkan 4 cara bermeditasi yaitu :
Meditasi dengan cara duduk:
Meditasi dengan cara ini biasanya dilakukan bagi pemula dan tingkat lanjut. Caranya duduk bersila (padmasana) badan tegak tetapi rilek, sebaiknya tidak bersandar pada dinding atau sandaran lain, mata dipejamkan, batin tenang dan pikiran dipusatkan pada obyek yang dipilih.
Meditasi dengan cara berdiri:
Berdiri dengan kaki sedikit renggang, kedua tangan didepan dada, tangan kanan memegang tangan kiri, usahakan dapat menjaga keseimbangan tubuh supaya batin tenang, pikiran berkonsentrasi pada obyek yang dipilih.
Meditasi dengan cara berjalan:
Meditasi berjalan disebut cankamana. Meditasi ini dapat dipraktikkan dengan beberapa cara, antara lain:
1. Berjalan denganmenghitung langkah kaki.
2. Berjalan dengan menyadari langkah maju, mundur, kekiri, kekanan. Menghitung langkah kaki kanan melangkah atau menyadari kaki kiri melangkah dst.
3. Berjalan dengan menggunankan obyek meditasi nimitta (bayangan) tubuh kita sendiri.
Meditasi dengan cara berbaring:
Berbaring dengan posisi tubuh miring kekanan atau kekiri (kaki kanan/kiri diatas) seperti posisi tubuh Sang Buddha ketika parinibbana (wafat), kaki lurus, kepala ditopang dengan tangan kanan/kiri, mata dipejamkan, batin tenang dan pikiran terpusat pada obyek meditasi yang dipilih.
Tiga puluh enam objek merupakan dasar untuk mencapai Rupa Jhana. Sedangkan empat objek Arupa hanya digunakan setelah seorang sukses mencapai Rupa Jhana IV dan berkeinginan melanjutkan meditasinya agar mencapai Arupa Jhana.
Tingkat Meditasi
Tingkat Samadhi, terdiri dari:
a. Meditasi Permulaan (Parikamma Samadhi)
b. Meditasi mendekati Pencapaian (Upacara Samadhi)
c. Meditasi Tercapai (Appana Samadhi)
Keterangan:
a. Ketika pikiran mulai dipusatkan pada sebuah obyek yang dipilih sesuai dengan carita, maka meditasi permulaan ini disebut Parikamma Samadhi.
b. Jika pikiran untuk sementara telah bebas dari kekacauan,atau pikiran tidak tergoyahkan, hal ini disebut Upacara Samadhi.
c. Apabila keadaan ini dapat dipertahankan terus, walaupun dengan perlahan tapi pasti hingga pemusatan pikiran benar-benar tidak tergoyahkan, maka hal ini disebut Appana Samadhi.
Pencapaian Appana Samadhi berarti Rupa Jhana I telah tercapai.
Macam-Macam Meditasi
Ada dua jenis meditasi yaitu meditasi ketenangan (samathā) dan pandangan terang (vipassanā).
1. Meditasi untuk mencapai ketenangan
Bermeditasi pada sepuluh alat bantu (kasina) hanya menimbulkan ketenangan, bukan pandangan terang. Bermeditasi pada sepuluh hal yang menjijikkan (misalnya, mayat yang membengkak) hanya menimbulkan ketenangan, bukan pandangan terang. Sepuluh perenungan, seperti perenungan terhadap Sang Buddha atau Dhamma, juga hanya menimbulkan ketenangan, bukan pandangan terang. Bermeditasi pada tiga puluh dua bagian tubuh seperti rambut, kuku, gigi, dan kulit, juga tidak dapat menimbulkan pandangan terang. Hal ini hanya dapat mengembangkan konsentrasi.
2 . Meditasi untuk mencapai pandangan terang (Vipassana)
Memungkinkan seorang calon mencapai kesucian untuk menghancurkan semua kekotoran yang ditenangkan oleh Samadhi. Pada mulanya ia mengembangkan pandangan yang bersih (ditthivisuddhi) dan melihat atas segala sesuatu sebagai mereka seadanya. Dengan pikiran terpusat ia menganalisa dan menguji apa yang ia sebut makhluk. Pengujian ini menunjukkan apa yang ia sebut dengan aku., hanyalah perpaduan kompleks dari batin dan jasmani yang selalu dalam keadaan mengalir.
Ketika anda bermeditasi terhadap empat unsur (dhatu) di dalam tubuh anda, hal ini dinamakan analisa terhadap empat unsur. Walaupun hal ini mengembangkan konsentrasi, ini juga membantu mengembangkan pandangan terang. Keseluruhan empat puluh obyek meditasi ini digunakan untuk mengembangkan konsentrasi. Hanya pernafasan (anapanassati) dan analisa terhadap empat unsur (dhatu) yang digunakan untuk mengembangkan pandangan terang. Obyek-obyek yang lain tidak akan menimbulkan pandangan terang untuk mendapatkan pandangan terang, anda harus berusaha lebih jauh.

Comments
Post a Comment